Bacaan Doa Sholat Dhuha full [Arab, Latin, Artinya]

Bacaan Doa Sholat Dhuha – Text tulisan dari bacaan doa dan dzikir setelah atau sesudah sholat dhuha lengkap huruf arab, latin beserta artinya terjemahan bahasa indonesia bisa untuk hafalan doa anak akan menjadi tema pembahasan kali ini.

Setelah selesai mengerjakan sholat sunnah dhuha kita bisa memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala, dan mustajab sebuah doa itu akan didapatkan jika kita benar dalam tata cara adab pelaksanaanya dan syarat syaratnya.

Sholat dhuha sendiri merupakan salah satu amalan ibadah shalat sunnah yang memiliki manfaat atau khasiat mengikis rasa sombong atau bangga diri.

Karena hakikat atau fitrah seorang itu adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak sepatutnya untuk membanggakan diri waktu hidup didunia.

Sebelum kita menuju bacaan doa usai sholat dhuha mari kita mengulas salah satu hadits sedekah, yang ini ada kaitannya dengan rezeki dari Allah untuk kita belanjakan atau sedekahkan.

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Arti Terjemahannya : “Di waktu pagi tedapat kewajiban atas seluruh persendian kalian untuk sedekah. Oleh karena itu setiap bacaan tasbih itu merupakan sedekah, setiap bacaan tahmid itu merupakan sedekah, setiap bacaan tahlil itu merupakan sedekah, dan setiap bacaan takbir merupakan sedekah. Demikian pula dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar itu adalah sedekah. Semua hal ini bisa dicukupi dengan mengerjakan shalat dhuha sejumlah dua raka’at” (Hadits Riwayat Muslim nomor 720).

Dalam tulisan atau lafadz hadits diatas terungkap jelas fadhilah atau keutamaan dari mengerjakan sholat dhuha.

Dan sehabis mengerjakan atau melakukan ibadah sholat dhuha yang jumlah rakaatnya ada yang 4 rakaat, 2 rakaat sampai 12 rakaat, kita bisa memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala.

Banyak sekali macam macam hadits yang menyebutkan keutamaan dhuha yang tidak bisa kami uraikan disini semuanya.

Dan berikut ini bacaan doa setelah sholat dhuha yang bisa sobat pelajari.

Doa Sholat Dhuha

Doa sholat dhuha ini berbeda dengan wirid atau dzikir setelah sholat fardhu atau wajib, karena ini bersifat doa pendek yang kita munajatkan kepada Zat Yang Maha Pencipta.

Adapun bagi pemula, atau yang mulai istiqomah mengerjakan sholat dhuha bisa menghafal doa ini.

Berikut tulisan atau teks bacaan doa setelah sholat dhuha huruf arab, latin dan terjemahannya.


– Doa Sholat Dhuha Arab

Doa Setelah Sholat Dhuha


– Bacaan Latin Doa Sholat Dhuha

AllaḥUMMā īNNāDḥDḥUḥā-ā DḥUḥā-UKā, WāLBāḥāā-āBāḥāā-UKā, WāL JāMāāLā JāMāāLUKā, WāL QUWWāTā QUWāāTUKā, WāL QUDRoTā QUDRoTUKā, WāL ‘īSḥMāTā īSḥMāTUKā.

AllaḥUMā īNKāāNā RīZQīī FīSSāMMā-ī Fā āNZīLḥU, Wā īNKāāNā FīL āRDḥī Fā-āKḥRīJḥU, Wā īNKāāNā MU’SīRoN FāYāSSīRḥU, WāīNKāāNā ḥāRooMāN Fā TḥoḥḥīRḥU, Wā īNKāāNā Bā’īDāN Fā QoRīBḥU, BīḥāQQīDUḥāā-īKā Wā BāḥāāīKā, Wā JāMāāLīKā Wā QUWWāTīKā Wā QUDRoTīKā, āāTīNī Māā āTāīTā ‘īBāāDāKāSḥ SḥooLīḥīīN.


– Arti Terjemahan Doa Sholat Dhuha

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha merupakan waktu dhuha-Mu, keagungan merupakan keagungan-Mu, keindahan merupakan keindahan-Mu, kekuatan merupakan kekuatan-Mu, penjagaan merupakan penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rizki hamba berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar (susah) mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang sholih”.

Dari doa diatas kita bisa menyimpulkan bahwasannya doa tersebut memohon tentang ekonomi, akhlak dan juga kebaikan kebaikan lain.


– Mp3 Doa Setelah Sholat Dhuha Dan Dalilnya

Download Doa Sholat Dhuha free


– Vidio Youtube Doa Sholat Dhuha


– Doa Dan Dzikir Setelah Sholat Dhuha PDF

Berikut ini file pdf dari teks bacaan doa setelah sholat dhuha yang bisa sobat download untuk media pembelajaran secara offline.

Judul : Doa Sholat Dhuha.Pdf
File : Pdf
Ukuran : 97 Kb
Link : Download

Itu tadi kumpulan ulasan lengkap dari doa setelah sholat dhuha, berikutnya mari kita pelajari beberapa uraian singkat terkait shalat dhuha.

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha

pengertian dhuha dalam bahasa indonesia adalah “pagi”, artinya sholat ini dikerjakan pada waktu pagi atau ketika matahari sudah masuk di waktu pagi.(sumber : wikipedia)

Ukurannya adalah ketika matahari sepenggalang naik yakni muncul setinggi tombak, kira kira kalau di aplikasikan kedalam jam , maka Jadwal masuknya adalah pukul 07.00 pagi.

Dan berikut ini urutan kumpulan dari keutamaan sholat syuruq atau sholat dhuha :

1. Rizkinya Akan Dicukupkan.

Dalam sebuah hadits qudsi diterangkan bahwasannya Allah Ta’ala akan mencukupkan rizki seorang hamba yang menegakkan sholat dhuha.

Berikut bunyi lafadz hadistnya.

Arti Terjemahan : Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ” Wahai anak bani Adam, janganlah kamu luput dari empat rakaat di waktu pagi harimu, niscaya Aku akan cukupkan untukmu di sepanjang waktu (hari) itu.” (Hadits Riwayat Ahmad).

2. Menjadi Golongan Orang Yang Taat

Sholat dhuha adalah sholat bagi orang orang yang taat atau biasa disebut dengan sholat awwabin.

Karena sejatinya tak semua orang mampu untuk mengerjakan amalan sholat ini.

Dalam hadits riwayat Ibnu Khuzaimah disebutkan tentang keutamaan sholat dhuha, yang artinya sebagai berikut :

Arti Terjemahannya : Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ” Tidaklah seseorang menjaga shalat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali dalam ketaatan). Sholat dhuha ini merupakan sholat awwabin.”

3. Meraih Pahala Haji Dan Umrah

Ketika seseorang itu mengerjakan ibadah sholat wajib subuh dan ia tetap duduk di masjid hingga waktu fajar tiba lalu ba’da fajar ia berdiri mengerjakan sholat dhuha maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna.

Berdasarkan riwayat hadits berikut ini, yang artinya :

Arti Terjemahannya : Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: ” siapa orang yang melaksanakan shalat fardhu subuh secara berjama’ah lalu ia duduk sembari berdzikir kepada Allah sampai dengan matahari terbit , kemudian ia menegakkan shalat 2 rakaat dhuha (syuruq), maka ia memperoleh pahala ibadah haji dan umroh.” (Hadits Riwayat at-Tirmidzi Nomor 586).

4. Mendapatkan Rumah Di Surga

Dalam hadits yang sudah terkenal dikalangan umat islam disebutkan tentang salah satu sebab dibangunkannya seorang muslim rumah di surga.

Berikut ini arti lafadz hadits tersebut :

Arti Terjemahannya : ” Siapa yang menegakkan shalat dhuha sejumlah empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka seorang itu akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga.” (Shahih al-Jami’ Nomor 634).

5. Wasiat Dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam

Banyak sekali redaksi hadits yang menyebutkan tentang hal ini, seperti hadits berikut ini.

Arti Terjemahannya : Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ” Kekasihku (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan wasiatnya padaku akan tiga perkara yang tak pernah aku tinggalkan sampai dengan akhir hayatku nanti. Yakni puasa tiga hari setiap bulan (puasa ayyamul bidh), shalat dhuha, serta tidur dalam keadaan sudah menegakkan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Muslim nomor 721 dan Al-Bukhari nomor 1981).

Sungguh luar biasa keutamaan keutamaan yang akan didapatkan seseorang itu ketika mengerjakan sholat dhuha dengan istiqomah.

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Sesuai Sunnah

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Sesuai Sunnah

Adapun tata cara atau aturan pelaksanaan dari sholat dhuha ini sama seperti sholat yang lainnya, contohnya sholat tahajud dan witir serta sholat yang lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat, waktu pelaksanaannya.

Selain doa yang ada diawal pemabahasan ini, sobat bisa memanjatkan doa lainnya sepertimembaca bacaan doa selamat atau yang lainnya.

Dan tata cara ini, bisa untuk belajar atau praktek baik pria atau wanita (perempuan), namun perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum menuju pembahasan intinya.

Sholat dhuha itu dikerjakan minimal 2 rakaat dengan satu salam atau maksimal 12 rakaat dengan satu kali salam di setiap empat rakaat.

Dan berdasarkan hadits riwayat abu daud disebutkan bahwasannya dahulu Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat.

Berikut ini cuplikan haditsnya :

Arti Terjemahannya :”Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu pernah sholat dhuha sejumlah 8 rakaat. Dan setiap dua rakaat beliau salam.” (Hadits Riwayat Abu Dawud).

Selanjutnya mari kita menuju langkah langkah atau petunjuk pelaksanaan sholat dhuha sesuai sunnah.

Niat Ketika Sholat Dhuha

Niat Ketika Sholat Dhuha

Adapun niat dalam sebuah amalan itu adalah sebuah syariat, karena setiap amalan tergantung dari niat orang yang akan mengerjakan suatu amalan itu.

Jika kita hendak mengerjakan sholat dhuha, maka niatkan untuk mengerjakan amalan ini hanya untuk Allah Ta’ala dan bukan karena hal lain seperti ingin dipuji oleh makhluk, naudzubillah.

Menurut beberapa mazhab seperti syafi’i dan hambali bahwasannya mengucapkan niat itu adalah sunnah. Dan mazhab Maliki dan Hanafi beranggapan bahwasannya niat dalam sholat itu disyariatkan.

Adapun tujuan dari berniat itu adalah untuk memantapkan hati dalam beramal serta menenangkan hati yang was was.

Dan secara garis besar, ketika seorang itu berniat mengerjakan sholat dhuha cukup dibaca dalam hati saja dan tidak di ucapkan di lisan.

Karena ada sebagian yang beranggapan bahwasannya bid’ah ketika seorang itu mengeraskan bacaan niat, karena hal semacam itu tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W.

Dan ada pula yang membolehkan untuk mengeraskan bacaan niat sholat dhuha, terlepas dari perkara khilafiyah atau perbedaan tersebut, mengeraskan suara saat berniat biasanya membaca niat berikut.

USḥOLLī SUNNāTāDḥ DḥUḥaā ROK’āTāīNī MUSTāQBīLāL QīBLāTī āDaā’āN LīLLaāḥī Tā’aāLaā.

Arti Terjemahannya : ” Aku niat salat dhuha sunnah 2 raka’at menghadap kearah kiblat karena Allah Ta’ala.”

Cara Sholat Dhuha

Cara Sholat Dhuha

Seperti yang sudah disebutkan tadi, bahwasannya sholat dhuha itu ada yang 2, 4 sampai 12 rakaat.

Pertama musti kita ketahui bahwasannya sholat dhuha tidak diawali dengan adzan atau iqomah dan juga tidak ada bacaan doa setelah adzan.

Dan berikut ini tata cara sholat dhuha berdasarkan golongan setiap rakaat sholat.

– Tata Cara Sholat Dhuha Dua Rakaat

1. Niat sholat 2 rakaat dhuha (bisa dalam hati atau jahr) tergantung keyakinan masing masing.
2. Mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.
3. Disunnahkan untuk membaca doa iftitah.
4. Membaca Al Fatihah
5. Membaca surat Al Quran (bebas), bisa surat dhuha, potongan ayat al quran atau lainnya.
6. Ruku’ dengan benar dan baik, seperti tuma’ninah dan khusu’.
7. Bangkit dari ruku’ atau I’tidal dengan khusu’ dan tuma’ninah.
8. Turun untuk sujud yang pertama dengan benar, tuma’ninah dan khusu’.
9. Duduk dengan khusu’ dan tuma’ninah diantara dua sujud.
10. Turun sujud yang kedua.
11. Bangkit dari sujud yang kedua lalu berhenti sejenak atau tuma’ninah lalu kemudian berdiri lagi untuk rakaat kedua.
12. Membaca Al Fatihah
13. Membaca surat Al Quran (bebas), bisa surat pendek atau panjang.
14. Ruku’ dengan benar dan baik, seperti tuma’ninah dan khusu’.
15. Bangkit dari ruku’ atau I’tidal dengan khusu’ dan tuma’ninah.
16. Turun untuk sujud yang pertama dengan benar, tuma’ninah dan khusu’.
17. Duduk dengan khusu’ dan tuma’ninah diantara dua sujud.
18. Turun sujud yang kedua.
19. Tahiyat Akhir atau tasyahud akhir.
20. Salam.

– Tata Cara Sholat Dhuha 4, 8 dan 12 Rakaat

Sama dengan sholat dhuha yang 2 rakaat, hanya saja jumlahnya yang 4 rakaat dengan rincian 2 rakaat satu salam.

Dan untuk sholat yang 8 atau yang 12 sama seperti yang sholat 2 rakaat, begitu seterusnya.

Berikut ini ilustrasi atau contoh ringkasan tata cara sholat dhuha yang 4 rakaat.

1. Niat sholat 4 rakaat dhuha (bisa dalam hati atau jahr) tergantung keyakinan masing masing.
2. Mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.
3. Disunnahkan untuk membaca doa iftitah.
4. Membaca Al Fatihah
5. Membaca surat Al Quran (bebas), bisa surat asy syams atau lainnya.
6. Ruku’ dengan benar dan baik, seperti tuma’ninah dan khusu’.
7. Bangkit dari ruku’ atau I’tidal dengan khusu’ dan tuma’ninah.
8. Turun untuk sujud yang pertama dengan benar, tuma’ninah dan khusu’.
9. Duduk dengan khusu’ dan tuma’ninah diantara dua sujud.
10. Turun sujud yang kedua.
11. Bangkit dari sujud yang kedua lalu berhenti sejenak atau tuma’ninah lalu kemudian berdiri lagi untuk rakaat kedua.
12. Membaca Al Fatihah
13. Membaca surat Al Quran (bebas), bisa surat panjang atau pendek.
14. Ruku’ dengan benar dan baik, seperti tuma’ninah dan khusu’.
15. Bangkit dari ruku’ atau I’tidal dengan khusu’ dan tuma’ninah.
16. Turun untuk sujud yang pertama dengan benar, tuma’ninah dan khusu’.
17. Duduk dengan khusu’ dan tuma’ninah diantara dua sujud.
18. Turun sujud yang kedua.
19. Tahiyat Akhir atau tasyahud akhir.
20. Salam.

Hukum Dari Shalat Dhuha

Hukum Shalat Dhuha

Hukum awal sebuah ibadah adalah haram kecuali datang dalil atau contoh dari Rasulullah S.A.W.

Dan hukum mengerjakan sholat dhuha adalah Sunnah yang dianjurkan atau Muakkadah.

Hal ini berdasarkan hadits riwayat bukhri dan muslim yang muttafaqun alaihi, berikut ini bunyi haditsnya.

Arti Terjemahannya : Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ” Kekasihku (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan wasiatnya padaku akan tiga perkara yang tak pernah aku tinggalkan sampai dengan akhir hayatku nanti. Yakni puasa tiga hari setiap bulan (puasa ayyamul bidh), shalat dhuha, serta tidur dalam keadaan sudah menegakkan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Muslim nomor 721 dan Al-Bukhari nomor 1981).

Seseorang itu akan banyak mendapatkan keutamaan keutamaan yang besar jika tetap dalam melakukan sebuah amalan sunnah.

Semoga kita bisa menjadi salah satu pengikut yang kelak diakui oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam dan termasuk kedalam golongan sunni atau aswaja (ahlussunnah wal jama’ah), amin.

Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha

Waktu sholat dhuha sendiri terbagi menjadi 2 bagian, yakni waktu awal dan akhir.

Semuanya memiliki keutamaannya masing masing, baik di awal waktu maupun di waktu akhir.

Dan berikut ini keterangan dari setiap waktu.

1. Keutamaan Sholat Dhuha Diawal Waktu

Waktu dhua yang pertama ini masuk sekitar 30 menit dari matahari terbit, dan keutamannya berdasarkan dalil berikut, yang artinya :

Arti Terjemahannya : Rasulullah S.A.W berKATA: “Tunaikanlah salat subuh lalu tinggalkanlah shalat sampai matahari terbit, ketika matahari naik. Dan saat matahari terbit, ia akan terbit di antara dua buah tanduk setan, pada waktu itu kaum kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (Hadits Riwayat Muslim).

Tujuan dari mengerjakan sholat dhuha diawal waktu adalah untuk menyelesihi kaum kafir yang diwaktu pagi menyembah matahai.

Kemudian jika kita menyambung sholat shubuh dengan sholat dhuha diawal waktu maka pahalanya seperti umrah dan haji secara sempurna.

Hal tersebut berdasarkan dalil berikut ini :

Arti Terjemahannya : Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: ” siapa orang yang melaksanakan shalat fardhu subuh secara berjama’ah lalu ia duduk sembari berdzikir kepada Allah sampai dengan matahari terbit , kemudian ia menegakkan shalat 2 rakaat dhuha (syuruq), maka ia memperoleh pahala ibadah haji dan umroh.” (Hadits Riwayat at-Tirmidzi Nomor 586).

2. Keutamaan Sholat Dhuha Diakhir Waktu

Terdapat hadits yang masyhur atau dikenal banyak orang tentang keutamaan sholat dhuha di akhir waktu.

Adapun batasan dari batas akhir sholat dhuha adalah kurang lebih 20 menit sebelum masuk waktu dzuhur.

Dan yang waktu terbaik untuk menegakkan sholat dhuha adalah pada seperempat hari, ketika matahari sudah mampu membuat anak unta kepanasan.

Hal ini berdasarkan dalil hadits yang diriwayatkan zaid bin arqam berikut ini.

Arti Terjemahannya : Zaid bin Arqam telah menyaksikan orang-orang menegakkan sholat dhuha (di awal pagi). Lalu ia mengatakan, ” Tidakkah orang orang itu tahu bahwasannya shalat di selain waktu itu lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda, ‘Salat orang-orang awwabin (orang yang taat atau kembali kepada Allah) ialah pada saat anak unta sudah mulai kepanasan’.” (Hadits Riwayat Muslim)

Sebagai penutup pada kesempatan kali ini mari kita sama sama berupaya untuk sekuat tenaga menjaga amalan amalan sunnah sebagai penyempurna ibadah yang wajib.

Karena kelak ibadah sunnah akan menutupi kekurangan dari ibadah wajib kita.

Dan semoga sobat semuanya bisa mendapatkan banyak tips untuk menambah semangat dalam beribadah pada pertemuan kali ini, wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan komentar