12 Bacaan Doa Iftitah Sunnah [Latin,Arab,Artinya]

Lafadz tulisan dari bacaan doa iftitah dalam sholat sesuai tuntunan hukum sunnah shahih yang panjang dan pendek arab latin dan terjemahan atau artinya bahasa Indonesia akan menjadi tema pada pembahasan kali ini.

Ketika kita hendak mengerjakan ibadah salat baik itu sholat yang wajib (fardhu) 5 waktu seperti subuh, zuhur (jum’at), ashar, magrib dan isya maupun sholat sholat sunnah.

Seperti sholat malam (tahajud/tarawih), witir, hajat, dhuha, idul fitri, gerhana serta yang lainnya disunnahkan untuk membaca doa iftitah.

Ada salah satu sholat yang tidak perlu membaca doa istiftah, yakni sholat jenazah yang hukumnya fardhu kifayah.

Secara bahasa, pengertian atau makna dari asal kata iftitah adalah pembukaan.

Jadi jika kita mengabungkan makna iftitah dalam sholat mengandung makna penjelasan “doa yang dibaca setelah takbir (takbiratul ihram) ‘Allahu Akbar’ rakaat pertama dalam sholat sebelum membaca surat Al fatihah dan sebagai pembuka dalam mengerjakan sholat.

Dalam buku atau kitab tuntunan shalat Nabi, Rasul shallallahu’alaihi Wa Sallam memberikan contoh yang benar tentang tata cara sholat lengkap mulai dari niat sampai salam. dan dzikir setelah sholat.

Lalu wajibkah atau sunnahkah bacaan iftitah itu ?

Menurut fiqih shalat, iftitah bukan merupakan rukun sholat melainkan fungsi dari doa tersebut hanya sunnah yang menyempurnakan ibadah sholat kita.

Dan sebagai seorang yang cinta terhadap sunnah, sebaiknya kita membacanya sebagai wujud kecintaan kita terhadap Nabi Shallallahu’alaihi Wa Sallam dan wujud nyata bahwasannya kita adalah ahlussunnah wal jamaah.

Doa iftitah ini bisa dibaca oleh imam dan juga makmum laki laki dan perempuan, lalu bagaimana jika kita masbuk dalam sholat ?

Jika kita masbuk tidak apa apa jika kita tidak membaca doa iftitah karena sudah dibacakan imam diawal sholat, dan bacaan imam adalah bacaan makmum.

Lalu bagaimana jika kita salat sendiri (munfarid) ?

Tetap saja hukum membaca doa iftitah adalah sunnah, jadi jika seorang itu berhalangan untuk sholat berjamaah atau ketika orang itu sakit maka doa iftitah tetap sunnah untuk kita baca dengan suara sirr (pelan) tidak dikeraskan.

Sama halnya ketika kita membaca doa harian seperti doa setelah sholat dhuha, doa selamat dan lain sebagainya yang disunnahkan untuk di sirr atau pelankan.

Nah teman teman semuanya, yuk kita pelajari macam macam atau kumpulan doa iftitah full dalam bentuk teks huruf arab serta terjemahan per kata atau per kalimat dan bisa untuk dijadikan latihan belajar hafalan sholat anak.

Macam Macam Bacaan Doa Iftitah

Macam Macam Bacaan Doa Iftitah

Jumhur ulama baik itu mazhab syafi’i, hanafi dan lainnya sepakat bahwasannya bacaan doa iftitah ada banyak sekali jenis-jenisnya.

Ada versi yang berasal dari potongan ayat surah Al quran yang biasa dibaca jamaah Nahdatul Ulama (NU) ada pula yang versi lain yang sering dibaca oleh jama’ah Muhammadiyah, salafi, ldii dan masih banyak lainnya.

Dan berikut ini daftar contoh teks bacaan iftitah yang ringan, singkat atau ringkas serta yang panjang panjang.

Semuanya bisa untuk sobat pelajari.

1. Iftitah Yang Pertama (Allahumma Baid Baini)

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

āllooḥummā baā’īd bāinīī wā bāinā kḥotḥooyaāyā kāmaā baā’ādtā bāināl māsyrīqī wāl māgḥrīb. āllooḥummā nāqqīnīī mīnāl kḥotḥooyaā kāmaā yunāqqots tsāubul ābyādlu mīnād dānās. āllooḥummāgḥsīl kḥotḥooyaāyā bīl maā-ī wāts tsāljī wāl bārod

Arti Dan Terjemahannya : Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (Hadits Riwayat Bukhari 2/182 dan Muslim 2/98).

Doa Iftitah yang pertama ini merupakan bacaan doa yang dibaca disaat sholat wajib/fardhu oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dan Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari mengatakan bahwasannya doa ini merupakan doa yang paling shohih (2/183).

Dan doa ini dikenal di Indonesia sebagai bacaan yang biasa dibaca oleh jamaah muhammadiyah dalam sholat.

2. Iftitah Yang Kedua

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

wājjāhtu wājhīyā līllādzī fāthārās sāmāwātī wāl ārdhī hānīfā, wāmā ānnā mīnāl musrīkīn. īnnā shālātī wā nusukī wā māhyāyā wā māmātī līllāhī rābbīl ālāmīn lā syārīkā lāhu wā bīdzālīkā umīrtu wā ānā mīnāl muslīmīn. ālllāhummā āntāl mālīku lāīlāāhāīllāāntā rābbī, wā ānā ābduk, dholāmtu nāfsī,wā’tārāoftu bīdānbī, fāghfīrlī dunubījāmīīān, īnnāhu lāā yāghfīrudzunuubā īllā āntā, wāhdīnī līhsānīl āghlāqī lāyāhdī līhsānīhā īllā āntā, wāsrīf ‘ānnī sāyyāāhā lāyāsrīfu ‘ānnī sāyyāāhā īllā āntā, lābbāīkā wāsā’dāīkā wāl ghāīru kulluhu fīyādāīk, wāssārru lāsā īlākā, īānā bīkā wā īlākā, tābārāktā wātā ‘ālāītā, āstāghfīrukā wā ātubu īlākā

Arti Terjemahannya : “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (Hadits riwayat Muslim 2/185 sampai 186).

Perlu untuk sobat ketahui bahwasannya doa ini merupakan doa yang biasa di baca oleh Nabi Muhammad S.A.W dalam sholat fardhu (wajib) dan juga dalam sholat sunnah.

3. Iftitah Yang Ketiga

اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

wājjāhtu wājhīyā līllādzī fāthārās sāmāwātī wāl ārdhī hānīfā, wāmā ānnā mīnāl musrīkīn, nnā shālātī wā nusukī wā māhyāyā wā māmātī līllāhī rābbīl ālāmīn lā syārīkā lāhu wā bīdzālīkā umīrtu wā ānā awwalul muslīmīn, Allahumma antal māliku laa īla ha īlla antā subhanaka wabīhamdikā

Arti Terjemahannya : “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”. (Hadits Riwayat An Nasa-i, 1/143. Di shahihkan oleh syaikh Al Albani dalam Sifat Shalat Nabi 1/251).

Doa ini hampir sama dengan doa yang ada di nomor urut dua. Biasa juga dibaca ketika sholat fardhu.

4. Iftitah Yang ke-Empat

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

īnnā sholātī wānusukī wāmāhyāyā wā māmātī līllāhī rābbīl ālāmīnīn, lā syārīkālāhu wābīdālīkā umīrtu ānā mīnāl muslīmīn, āllāhummāhdīnī līāhsānīl ā’mālī wā āhsānīl ākhlākī lāyāhdī līāhsānīhā īllā āntā, wāqīnī sāyyīāl ā’mālī wāsāyīā’ākhlākī lāā yāqīī sāyīāhā īllā āntā.

Arti Terjemahan : “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (Hadits Riwayat An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112).

5. Iftitah Yang ke-Lima

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

subhānākāllāhummā wābīhāmdīkā tābārākāsmukā wātā ālā jādukā wā lāāīlāhā ghāīruk

Arti Terjemahannya : “Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau” (Hadits Riwayat An Nasa-i, 1/143, Abu Daud 1/124, Ad Darimi 1/282, At Tirmidzi 2/9-10, Ibnu Maajah 1/268. Dan Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi 1/252)

Selain dalil doa diatas, Doa ini juga banyak diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah S.A.W lain secara marfu’, yakni dari ‘Aisyah, dari Jabir dan Anas bin Malik Radhiallahu’anhum. Dan juga Imam Muslim membawakan sebuah riwayat hadits sebagai berikut :

أن عمر بن الخطاب كان يجهر بهؤلاء الكلمات يقول : سبحانك اللهم وبحمدك . تبارك اسمك وتعالى جدك . ولا إله غيرك

Arti Terjemahannya : “Umar bin Khattab pernah mengeraskan (jahr) doa ini ketika sedang salat : (kemudian ia menyebut doa di atas)” (Hadits Riwayat Muslim nomor 399).

Anjuran para ulama adalah membaca doa yang ini karena banyak diamalkan oleh para sahabat. Dan juga bacaan ini sangat tepat untuk orang yang menjadi imam dalam sholat, terutama saat berjamaah mengimami orang orang yang memiliki kondisi lemah seperti orang tua atau anak anak .

Demikianlah, doa ini banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi, sehingga para ulama pun banyak yang lebih menyukai untuk mengamalkan doa ini dalam shalat. Selain itu doa ini cukup singkat dan sangat tepat bagi imam yang mengimami banyak orang yang kondisinya lemah, semisal anak-anak dan orang tua.

6, Iftitah Yang ke-Enam

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

3x لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

3x اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

subhānākāllāhummā wābīhāmdīkā watābarākāsmuka wātā āla jādukā wā lāāīlāhā ghāīruk

Lāilāa ha illāllah 3x

Allāhuakbār 3x

Arti Terjemahannya : “Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau”
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x)”.
“Allah Maha Besar (3x)”. (Hadits Riwayat Abu Daud 1/124, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi 1/252).

Bacaan ini hampir sama dengan doa iftitah urutan yang kelima hanya saja terdapat tambahan tahlil dan takbir.

7. Iftitah Yang ke-Tujuh

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

āllāhuākbār, wālhāmdulīllāhī kābīrā, wāsubhānāllāhībukrātā wāāsīīlā

Arti Terjemahannya : “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji hanya untuk Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (Hadits Riwayat Muslim 2/99)

Hadits diatas diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, ibnu umar berkata berkata:

بينما نحن نصلي مع رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ إذ قال رجل من القوم: … فذكره. فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” عجبت لها! فتحت لها أبواب السماء “. قال ابن عمر: فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول ذلك

Arti Terjemahannya : “saat kami sedang sholat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ada seseorang pria yang membaca doa istiftah: (lalu disebutkan doa di atas). Lantas Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lbersabda: ‘Aku heran, dibukakan baginya pintu-pintu langit‘. lalu Ibnu Umar pun berkata:’Aku tak pernah tinggalkan doa ini semenjak beliau (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) berkata seperti itu”.

Kesimpulan dari doa iftitah ini adalah, doa iftitah ini merupakan doa pembuka pintu langit. Dan untuk sobat yang ingin menghafal doa ini silahkan hafalkan dan raih keutamaannya (fadhilah).

8. Iftitah Yang ke-Delapan

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

ālhāmdulīllāhī hāmdān kātsīrānn toyyībān mubārāokānfīīhī

Arti Terjemahannya : “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya” (Hadits Riwayat Muslim 2/99).

Keutamaan dari doa ini adalah para malaikat yang berjumlah dua belas ribu berlomba untuk mengangkat doa ini kehadapan Allah Azza Wa Jalla.

9. Iftitah Yang ke-sembilan

اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

āllaāḥummā lākāl ḥāmdu. āntā qoyyīmus-sāmaāwaātī wāl ārdḥī wā mān fīīḥīnn. Wā lākāl ḥāmdu lākā mulkus-sāmaāwaātī wāl ārdḥī wā mān fīīḥīnn. Wā lākāl ḥāmdu āntā nuurus-sāmaāwaātī wāl ārdḥī wā mān fīīḥīnn. Wā lākāl ḥāmdu āntā mālīkus-sāmaāwaātī wāl ārdḥ. Wā lākāl ḥāmdu, āntāl ḥāqq, wā wā’dukāl ḥāqq, wā līqoo-ukāl ḥāqq, wā qoulukā ḥāqq, wāl jānnātu ḥāqq, wān-naāru ḥāqq, wān-nābīyyuunā ḥāqq, wā muḥāmmādun sḥollāllaāḥu ‘ālāīḥī wā sāllāmā ḥāqq, wās-saā’ātu ḥāqq. āllaāḥummā lākā āslāmtu, wā bīkā aāmāntu, wā ‘ālāīkā tāwākkāltu, wā īlāīkā ānābtu, wā bīkā kḥoosḥomtu, wā īlāīkā ḥaākāmtu. Fāgḥfīr līī maā qoddāmtu wā maā ākḥ-kḥortu, wā maā āsrortu wā maā ā’lāntu. āntāl muqoddīmu wā āntāl mu-ākḥ-kḥīru. Laā īlaāḥā īllaā āntā.

Arti Terjemahan : Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (Hadits Riwayat Muslim 2/184, Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 sampai 367, 13/399).

Doa ini merupakan doa iftitah sholat malam atau tahajud yang sering dibaca oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, dan menurut pendapat ulama doa ini juga masyru’ untuk dibacakan dalam sholat sunnah maupun wajib.

Doa ini merupakan doa penenang hati dikala sedih, dan dalam doa ini terdapat sholawat kepada Nabi Mumahammad S.A.W.

10. Iftitah Yang ke-Sepuluh

اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

āllaāḥummā rābbā jībroo-iīl, wā miīkaā-iīl, wā īsroofiīl. Faātḥīros-sāmaāwaātī wāl ārdḥ. ‘aālīmāl gḥoībī wāsy-syāḥaādātī. āntā tāḥkumu bāīnā ‘ībaādīkā fiīmaā kaānuu fiīḥī yākḥtālīfuun. īḥdīniī līmākḥtulīfā fiīḥī mīnāl ḥāqqī bī-īdznīk. īnnākā tāḥdiī mān tāsyaā-u īlaā sḥīrootīm-mustāqiīm.

Arti Terjemahannya : “Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau kehendaki” (Hadits Riwayat Muslim 2/185)

Sama seperti doa iftitah yang kesemiblan, Doa ini merupakan doa iftitah sholat malam atau tahajud yang sering dibaca oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, dan menurut pendapat ulama doa ini juga masyru’ untuk dibacakan dalam sholat sunnah maupun wajib.

11. Iftitah Yang ke-Sebelas

10x الله اكبر

10x الحمد لله

10x لا اله الا الله

10x استغفر الله

10x اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ،وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي

10x اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الضِّيقِ يَوْمَ الْحِسَابِ

 

āllāḥuākbār 10x
ālḥāmdulīllāḥ 10x
Lāīlāḥā īllāllāḥ 10x
āstāugḥfīrullāḥ 10x
āllāḥummāgḥfīrlī, wāḥdīnī, wārzuqnī, wā ‘āfīnī 10x
āllāḥummā īnnī ‘āudḥubīkā mīnādḥīqī yāumālḥīsāb 10x

Arti Terjemahannya : “Allah Maha Besar” 10x, “Segala pujian bagi Allah” 10x, “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah” 10x, “Aku memohon ampun kepada Allah” 10x, “Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku kesehatan” 10x, “Ya Allah, aku berlindung dari kesempitan di hari kiamat” 10x.

(Hadits Riwayat Ath Thabrani dalam Al Ausath 62/2 dan Ahmad 6/143, Dihasankan oleh Al Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi 1/267)

Doa ini juga bisa dibaca dalam sholat, sebagai bacaan iftitah dan penyempurna dalam sholat.

12. Iftitah Yang ke-Duabelas

 3x اللَّهُ أَكْبَرُ

، ذُو الْمَلَكُوتِ، وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

āllāḥuākbār 3x, dḥul mālākutī, wāljābārutī wālkībrīyā ī wāl ādḥomāḥ

Arti Terjemahannya : “Allah Maha Besar” 3x, Yang memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan” (Hadits Riwayat Al Baihaqi 2/121 – 122, Ath Thayalisi 56)

Ini merupakan salah satu dari doa iftitah pendek yang bisa untuk sobat hafalkan lalu dibaca ketika mengerjakan sholat wajib maupun sunnah.

Sebagai tambahan, berikut ini audio mp3 dari hisnul muslim tentang doa istiftah.

– Mp3 Doa Istiftah 1

 

– Mp3 Doa Iftitah Sholat Qiyamul Lail (Tahajud)

Baik sobat semuanya, itu tadi pembasan jenis-jenis atau macam macam bacaan doa istiftah yang bisa kami sampaikan.

Selanjutnya mari kita pelajari juga adab dari membaca doa iftitah.

Adab Membaca Doa Iftitah

Adab Membaca Doa Iftitah

Adapun adab adab dalam membaca bacaan doa iftitah adalah sebagai berikut :

1. Menggabungkan Doa Iftitah

Sangat dianjurkan atau disunnahkan menggabungkan beberapa doa, misal doa iftitah pertama dan kedua pada pembahasan macam macam doa iftitah diatas.

Baik itu ketika sholat sendiri atau berjamaah sebagai imam, dan jika imam diperbolehkan oleh makmum membaca doa iftitah yang panjang diperbolehkan maka silahkan lakukan, namun imam juga harus memperhatikan kondisi jamaah.

Apakah didalam jamaah sholat yang dipimpinnya ada golongan orang orang lemah atau tidak.

2. Makmum Masbuk

Seperti yang dicuplik pada awal pembukaan tema ini, untuk makmum masbuk harus memperhatikan aspek waktu.

Disini ketika makmum masbuk datang saat imam hampir ruku’, maka tidak apa apa jika makmum tidak membaca iftitah.

Usakan saja menyelesaikan bacaan Al Fatihah yang merupakan rukun dari sholat.

3. Saat Imam Sudah Duduk

Ketika imam sudah pada gerakan sujud lalu duduk diantara dua sujud atau dua ruku, maka silahkan makmum mengikuti imam tanpa harus membaca iftitah.

Makmum silahkan membaca bacaan pada gerakan yang diikutinya dari imam.

4. Doa Iftitah Ketika Sholat Jenazah

Dalam hal ini masih terjadi silang pendapat atau khilafiah dikalangan ulama syafi’iyah, namun selayaknya sholat jenazah itu diringankan dan tidak perlu membaca iftitah.

5. Hukum Doa Iftitah

Bacaan Iftitah ini adalah sunnah bukan wajib dari rukun sholat, jadi seseorang itu ketika terlupa membaca doa iftitah tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Namun yang lebih utama adalah membaca doa iftitah dalam sholat.

6. Hukum Membaca Doa Iftitah

Sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam, bahwasannya ketika seorang itu membaca doa iftitah hendaknya di lirihkan atau di sirr.

Dan makruh hukumnya ketika doa iftitah ini dibaca dengan suara keras atau jahr, walau begitu tetap tidak membatalkan sholat yang sedang dilakukan.

Keutamaan Doa Iftitah Berdasarkan Hadits

Adapun keutamaan dari doa iftitah ini sudah disebutkan dalam beberapa cuplikan macam macam bacaan doa iftitah diatas, namun disini akan kami rangkumkan agar sobat semakin semangat lagi untuk mengamalkan amalan sunnah satu ini.

Keutamaan atau fadhilah doa iftitah :

1. I’tiba kepada Rasulullah S.A.W

Tentu kita berharap sekali diakui kelak menjadi pengikut Rasulullah S.A.W, untuk itu kita berupaya untuk menegakkan sunnah.

Dan salah satunya adalah dengan mengikuti sunnah membaca doa iftitah dalam sholat.

2. Pembuka Pintu Pintu Langit

Dalam Hadits Riwayat Muslim 2/99 diterangkan dengan jelas akan keutamaan doa iftitah, silahkan lihat doa iftitah nomor 7.

3. Malaikat Berebut Untuk Mengangkat Doanya

Kemudian dalam Hadits Riwayat Muslim 2/99 juga disebutkan bahwasannya malaikat yang jumlahnya 12 ribu berlomba untuk mengangkat doa dari seorang yang membaca doa iftitah dalam sholatnya.

Silahkan sobat lihat doa istiftah yang ke-8.

Vidio Youtube Ustadz Adi Hidayat

Berikut ini cuplikan dari kajian ustadz adi khidayat yang mengulas tentang bacaan iftitah dalam sholat.

Sebagai penutup pada kesempatan kali ini, islamiques berpesan kepada sobat muslim semuanya untuk terus berpegang teguh kepada sunnah dengan mengerjakan apa yang tertera dalam hadits serta tidak membuat hal perkara baru dalam beribadah.

Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat dan mampu memberikan dorongan semangat untuk terus belajar dan mempraktikan ilmu yang sudah didapatkan. Wallahu A’lam bishawab

Tinggalkan komentar