Bacaan Doa Setelah Wudhu Dan Sebelum Yang Benar

Bacaan doa setelah wudhu yang shahih atau sebelum wudhu yang benar lengkap mulai dari niat sampai selesai berwudlu huruf arab, latin dan artinya bahasa indonesia sesuai sunnah baik untuk jamaah Muhammadiyah, NU, Ldii, Salafi maupun jamaah lain yang akidahnya ahlussunnah wal jamaah (sunni).

Dianjurkan bagi setiap muslim untuk menjaga kesucian dari segala hadas, baik hadas kecil ataupun hadas besar, dari segala najis baik itu najis mughalladhah, mukhaffafah, mutawassithah, baik ketika hendak mengerjakan sholat wajib (fardhu) maupun sunnah sampai dengan menjaga dzikir setelah sholat.

Atau saat seorang muslim hendak membaca mushaf Al Quran (kitab suci), karena wudhu sendiri memiliki banyak sekali keutamaan (fadhilah) ataupun manfaat (manfaat) didalamnya.

Adapun do’a sesudah atau habis wudhu itu cukup pendek untuk dihafalkan, dan pada kesempatan kali ini islamiques akan berbagi teks atau tulisan bacaan doa setelah wudhu yang bisa untuk dijadikan panduan hafalan doa sehari hari sobat satu iman.

Baik sobat semuanya, berikut ini urutan pembahasan mulai dari niat, macam macam atau tata cara wudhu, doa setelah wudhu beserta dasar hukum doa seputar wudhu yang bisa sobat pelajari.

Bacaan Doa Niat Wudhu

Bacaan Doa Niat Wudhu

Bacaan doa sebelum wudhu itu cukup dengan membaca kalimat atau bacaan tasmiyah “Bismillah”.

Sedangkan niat dari berwudhu itu cukup diucapkan atau di lafadz kan dalam hati saja, karena dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam melakukan hal tersebut sebelum memulai wudhu.

Dan setiap amalan itu tergantung dari pada niat orang yang akan melakukan amalan tersebut, dan yang menjadikan pembeda antara kebiasaan dan ibadah adalah pada niat.

Jadi kesimpulannya dari bacaan doa niat wudhu ini adalah, cukup dengan membaca bismillah sebelum wudhu dan mencukupkan niat dalam hati bahwasannya hendak melakukan wudhu (bersuci).

Untuk lebih jelasnya mengenai pembahasan wudhu silahkan baca kitab fiqih thaharah.

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah Rasul

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah Rasul

Tertulis dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 6 tentang rukun dari wudhu, berikut ini bunyi dari surah tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Yā āyyuhāllādzīnā āmānu īdzā kumtum īlās sālātī fāgsīlu wujuhākum wā āydīyākum īlāl mārāfīkı wāmsāhu bī ruusīkum wā ārjulākum īlāl kā’bāyn (kā’bāynī).

Arti Terjemahannya : “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak menegakkan shalat, basuhlah wajah dan juga tangan kalian sampai dengan siku, dan usaplah kepala kalian lalu(basuhlah) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah ayat 6).

Dan berikut ini panduan praktis wudhu yang bisa sobat terapkan atau praktikan ketika hendak sholat atau ketika mendengar bunyi adzan.

Silahkan teman teman kerjakan secara tertib atau berurutan (berturut-turut), berikut urutannya.

1. Niat dalam hati untuk berwudhu guna menghilangkan hadas.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, niat dari wudhu dilakukan didalam hati saja dan tidak dengan bacaan yang jahr maupun bacaan bacaan seperti “Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”.

Sebaiknya kita mencukupkan diri dengan hanya berniat dalam hati, karena doa nawaitu tidak ada dasar dalilnya.

Ini merupakan upaya diri kita untuk terhindar dari perkara perkara baru dalam beribadah. wallahu ‘alam bishawaf.

2. Mengucapkan bacaan Tasmiyah “bismillah”.

Setelah berniat dalam hari untuk berwudhu, maka selanjutnya adalah memulai dengan bacaan basmallah “bismillah“.

Setelah itu mulai mengerjakan rukun dan sunnah dalam wudhu seperti langkah berikut ini.

3. Membasuh telapak tangan kanan dan kiri.

Kerjakan sebanyak 3 kali, dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu.

Hal ini merupakan salah satu sunnah dan bukan dari rukun wudhu, namun baik untuk dikerjakan guna menyempurnakan wudhu yang kita lakukan.

Dan batas dari membasuh telapak tangan ini adalah pergelangan tangan, kemudian hendaknya menyela nyela jari jemari ketika membasuh tangan.

4. Menengadah air kedalam satu tangan.

Hal ini dilakukan dengan tangan kanan untuk kumur dan istinsyaq (memasukan air kedalam hidung) dan dikeluarkan dengan tangan kiri (untuk istinsyaq).

Cara mengeluarkan air istinsyaq adalah dengan cara menekan pangkal hidung lalu di keluarkan air yang dimasukan kedalam hidung tadi. hal ini dikerjakan sebanyak 3 kali.

5. Membasuh atau mengusapkan air keseluruh wajah.

Bagian wajah yang wajib terkena basuhan air wudhu adalah pada bagian pangkal rambut, telinga, dagu lalu kemudian menyela jenggot.

Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan cara yang sama.

6. Membasuh tangan kanan dan kiri.

Batasan dari membasuh tangan ini adalah ujung jari sampai dengan siku.

Cara membasuhnya adalah mengusapkan air mulai dari jari jemari dan meyela-nyela jari lalu membasuh sampai dengan siku.

Hal ini dikerjakan sebanyak 3 kali dengan mendahulukan tangan kanan.

7. Membasuh rambut kepala termasuk telinga.

Gerakan membasuh kepala ini dilakukan sebanyak satu kali.

Yakni dengan cara menampung air dalam tangan kanan dan kiri yang dirapatkan, setelah itu buang sedikit air yang ada di tangan kemudian diusapkan ke-kepala atau rambut sampai dengan telinga.

Usapan kepala atau rambut dilakukan dengan mengusapkan air mulai kepala bagian depan sampai pangkal rambut (kira kira sampai leher) kemudian kembali lagi kebagian depan. Setelah itu disambung ke bagian telinga.

Untuk membasuh telinga caranya adalah memasukan jari telunjuk kedalam lubang telinga lalu ibu jari membasuh telinga bagian belakang luar.

8. Mencuci kaki atau membasuh kaki.

Membasuh kaki dilakukan dengan cara meratakan air keseluruh kaki.

Batasannya adalah pada ujung jari jemari kaki sampai dengan mata kaki atau pergelangan kaki.

Ini berlaku untuk kaki bagian kanan dan kiri dengan mengutamakan kaki sebelah kanan terlebih dahulu kemudian jangan lupa untuk menyela-nyela jari jemari kaki.

Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali.

Setelah semua proses diatas selesai maka selanjutnya adalah membaca doa setelah wudhu. Berikut ini ucapan doa setelah wudhu.

Tulisan Doa Setelah Wudhu

Tulisan Doa Setelah Wudhu

Berikut ini ucapan doa setelah wudhu arab, latin dan terjemahan yang bisa untuk sobat baca setelah selesai melakukan gerakan wudhu diatas.

Silahkan sobat hafalkan doanya berikut ini.

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“āsyḥādu āllaā īlaāḥā īllāllāḥ wāḥdāḥu laā syārīīkālāḥu . Wā āsyḥādu ānnā Muḥāmmādān’ābduḥu wā rāsuuluḥu āllāḥummā-j ālnīī mīnāttābīnnā wāj ālnīī mīnāl mutātḥoḥīīrīnā”.

Arti Terjemahan : Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci.

Bacaan doa diatas terdapat dalam hadits riwayat Muslim dan hadits riwayat At Tirmidzi.

Mp3 Doa Setelah Wudhu

Untuk sobat yang ingin menghafal doa setelah wudhu melalui audio mp3, berikut ini mp3 doa setelah wudhu dari hisnul muslim syaikh saad al ghamidi yang bisa anda download.

Mp3 Do’a sesudah wudhu full

Alangkah baik jika seseorang itu bisa mengucapkan doa diatas ketika selesai berwudhu.

Hukum Doa Sebelum Wudhu

Hukum Doa Sebelum Wudhu

Lalu bagaimana hukum dari berdoa sebelum wudhu yang membaca “Nawaitu rof’al hadatsi” atau “Nawaitul whudu-a

Sekali lagi, amalan itu pada dasarnya haram kecuali ada dalil yang menganjurkannya.

Dan perkara bacaan atau ucapan doa sebelum berwudhu ini tidak ada satu hadits pun yang meriwayatkannya, baik itu hadits dengan sanad shahih sampai dho’if tidak dijumpai anjuran berdoa sebelum berwudhu.

Lalu bagaimana menyikapinya ?

Sikap yang bisa diambil adalah dengan menghindari perkara yang tidak berdasar, dan tidak ada ruginya bagi kita meninggalkan hal hal tersebut malah akan menguntungkan diri kita pribadi.

Dan seperti yang sudah dijelaskan pada tata cara wudhu diatas, bahwasannya bacaan sebelum wudhu adalah cukup dengan mengucapkan “Bismillah“. Wallahu ‘alam bishawaf,

Itu tadi penjelasan singkat mengenai hukum doa sebelum wudhu, selanjutnya mari kita pelajari juga tentang apa saja rukun dari wudhu itu.

Berikut ini rukunnya.

Rukun Rukun dalam Wudhu

Rukun Rukun dalam Wudhu

Wudhu itu tidak sah jika tidak melakukan beberapa perkara berikut ini.

1. Niat.

Yang membedakan suatu amalan dan kebiasan adalah niat dari pelakunya, seseorang itu dikatakan telah melakukan suatu amalan jika dalam hatinya sudah diniatkan sebelumnya.

Dan ketika akan mengerjakan amalan wudhu, hendaknya seseorang itu sudah meniatkan dalam hati bahwasnnya dirinya akan melakukan wudhu untuk menghilangkan hadas dari dirinya.

2. Membasuh Muka (Wajah).

Membasuh wajah adalah hal yang wajib untuk dikerjakan dalam berwudhu, jika ditinggalkan maka wudhunya tidak sah.

Setelah seseorang itu sudah berniat akan berwudhu hendaknya ia membasuh muka, dan jika kita berwudhu hanya menggunakan amalan rukun wudhu tetap saja sah wudhu seseorang itu.

Membasuh muka ini dimulai dari pangkal rambut sampai dengan pangkal telinga dan meliputi ujung dagu.

Bagi kauk pria atau lelaki, khususnya yang memiliki jenggot maka dianjurkan untuk mengusap atau menyela nyela jenggotnya ketika berwudu membasuh bagian muka atau wajah.

Tujuannya agar air bisa sampai ke pangkal jenggot atau kulit ketika disela-sela menggunakan jari yang basah.

3. Membasuh Tangan

Membasuh tangan ini memiliki aturan yakni diusapkan air mulai dari jari jemari sampai dengan pangak siku.

Dan ketika membasuh tangan jangan lupa untuk menyela nyela jari jemari agar air bisa membasahi seluruh bagian yang tertutup pada tangan.

4. Mengusap Kepala.

Mengusap kepala ini sudah dijelaskan secara rinci pada bagian tata cara wudhu sesuai sunnah diatas.

Namun disini kembali kami ingatkn bahwasannya mengusap kepala ini sudah termasuk dengan telinga.

Artinya satu kali mengambil air dengan tangan sudah cukup untuk satu kali gerakan mengusap kepala sampai dengan telinga.

5. Membasuh Kaki.

Hal terakhir yang dilakukan terakhir kali dalam wudhu adalah membasuh kedua kaki, yang kanan dan yang kiri.

Batasan dari kaki yang dibasuh adalah ujung jari sampai dengan pergelangan mata kaki.

Dan pada tahapan ini cara mengusapkan adalah dengan membasahi kaki dengan air kemudian menyela nyela jari jemari agar semua bagian pada kaki yang tertutup dan lipatan pada kulit bisa basah secara keseluruhan.

6. Berurutan atau Tertib

Rukun wudhu itu harus dilakukan secara berurutan dan tidak boleh di acak atau mendahulukan yang bukan haknya.

Misalnya setelah kita niat wudhu, lalu kita langsung membasuh kaki kemudian membasuh rambut dan seterusnya yang tidak berurutan seperti apa yang sudah dibawah pada urutan rukun wudhu diatas.

Dan untuk itu sobat seiman islam semuanya harus menghafal urutan dari rukun wudhu diatas.

Karena wudhu merupakan syarat sahya sholat baik yang wajib maupun sunnah, dan jika sobat tidak memiliki wudhu ketika berdoa baik itu doa setelah sholat tahajud atau yang lainnya tidaklah mengapa namun alangkah baiknya jika kita berdoa juga dalam keadaan suci atau memiliki wudhu.

Dan yang perlu menjadi catatan adalah, ketika seseorang itu akan melakukan wudhu dikamar mandi, hendaknya membaca doa masuk kamar mandi terlebih dahulu.

Selanjutnya mari kita pelajari juga beberapa jenis air yang sah dan tidak sah untuk berwudhu

4 Jenis Air untuk Berwudhu

4 Jenis Air untuk Berwudhu

Dalam kitab fiqh dijelaskan tentang jenis jenis air yang suci dan mensucikan, air jenis suci tidak mensucikan kemudian jenis air najis.

Hal ini sangat perlu untuk diketahui oleh umat islam keseluruhan agar nantinya bisa membedakan mana jenis air yang bisa mensucikan ketika kita berwudhu.

Adapun jenis air yang bisa digunakan untuk berwudu adalah sebagai berikut ini.

1. Air Suci Mensucikan

Air jenis ini disebut dengan air muthlaq, yakni air yang tetap seperti pada awalnya.

Jenisnya adalah air yang keluar dari dalam bumi dan yang turun dari langit seperti hujan.

Jenis dari air yang suci mensucikan adalah jenis berikut :

1. Air Salju,
2. Air Sungai,
3. Air embun,
4. Air Laut.
5. Air Sumur.

Khusus untuk air sumur dihukumi lain jika sumur tersebut sudah lama terbengkalai dan sudah bercampur dengan benda benda lain didalamnya yang tidak suci seperti bangkai dll dan air sumur ini sudah bukan jenis air muthlaq lagi.

Dan jenis jenis air diatas adalah jenis air yang boleh digunakan untuk berwudhu serta boleh digunakan untuk mandi, dan air jumhur ulama tidak berselisih akan perkara diatas.

2. Air suci tidak mensucikan

Jenis air ini merupakan jenis cairan yang sudah disuling sebelumnya seperti jenis jenis berikut ini.

1. Minyak (bensin, solar, dll)
2. Air Minum Olahan (sirup dll)

Hukum dari air jenis ini adalah tidak najis (suci) namun tidak bisa dipergunakan untuk wudhu atau mandi.

3. Air Najis

Air najis ini disebut dengan air yang tidak suci lagi tidak mensucikn.

Berdasarkan ilmu fiqih tentang thaharah, air najis itu merupakan jenis air yang sudah berubah dari 3 sifatnya, yakni :

– Bau,
– Rasa,
– Warna.

Jenis air semacam ini dinyatakan tidak sah ketika untuk mandi dan juga berwudhu.

4. Air Musta’mal

Air musta’mal adalah air sisa atau air yang sudah bercampur dengan tetesan maupun cipratan dari orang yang berwudhu.

Dalam masalah ini, masih terjadi silang pendapat dikalangan para ulama tentang hukum sah atau tidaknya jenis air ini jika dipakai untuk berwudhu.

Namun dari pendapat yang kuat, jenis air ini termasuk kedalam jenis air yang mensucikan atau muthohir. Yang artinya air jenis ini bisa digunakan untuk mandi dan juga untuk berwudhu.

Salah satu alasannya adalah air musta’mal itu tidak berubah akan rasa, bau dan warnanya sebagai mana jenis air janis yang sudah dijelaskan diatas, wallahu ‘a’lam bishawab

Baik sobat muslim semuanya, sampai disini perjumpaan kita kali ini pada tema doa sebelum wudhu dan doa setelah wudhu semoga bisa menjadikan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya.

Tinggalkan komentar