Penjelasan TRIAS UKS Di Sekolah

Apakah pengacara seperti kalian tidak mengenal hari libur? ― Tere Liye

Penjelasan TRIAS UKS Di Sekolah – pernah dengan UKS ? tahukan anda UKS singkatan dari apa dan tujuan UKS serta apa saja yang menjadi ruang lingkup program UKS dan apa saja peran UKS serta fungsinya di sekolah?.

Nah, kali ini akan kita bahas secara lengkap semua pertanyaan pertanyaan terkait UKS di Sekolah seperti :

UKS singkatan dari apa dan Sebutkan 3 tujuan UKS?
Sebutkan dan jelaskan apa saja yang menjadi ruang lingkup program UKS?
Apa saja peran UKS di sekolah?
Jelaskan apa yang dimaksud dengan UKS itu dan sebutkan fungsinya?

Pertanyaan diatas akan ditemukan jawabannya melalui tulisan artikel ini.

Dan untuk teman teman yang ingin mendapatkan materi pelajaran lainnya, silahkan kunjungi tautan berikut ini ya.

Baiklah, langsung saja kita menuju tema utama kali ini.

Apa Itu UKS

Penjelasan TRIAS UKS Di Sekolah

UKS merupakan singkatan dari Usaha Kesehatan Sekolah.

Secarara spesifik, pengertian Trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) adalah 3 program pokok Usaha Kesehatan Sekolah, yang meliputi :

1. Pendidikan Kesehatan.
2. Pelayanan Kesehatan.
3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat.

1. PENDIDIKAN KESEHATAN Pada Trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

Pendidikan Kesehatan dalam Pendidikan Kesehatan atau UKS adalah hal yang utama.

Pendidikan kesehatan yang dimaksud dalam Trias UKS yakni serangkaian kegiatan yang diberikan berupa bimbingan dan atau tuntunan kepada para siswa terkait dengan kesehatan.

Kesehatan tersebut meliputi beberapa aspek kesehatan pribadi seperti kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan sosial supaya kepribadian seorang siswa mampu tumbuh serta berkembang dengan baik melalui kegiatan sekolah seperti kurikuler dan ekstrakurikuler.

Secara lebih terperinci, berikut ini tujuan pendidikan kesehatan pada TRIS UKS.

A. Tujuan Pendidikan Kesehatan

Berikut ini beberapa point penting dari tujuan pendidikan kesehatan UKS pada peserta didik:

a. Agar setiap siswa mempunyai adab, sopan santun serta akhlak yang mulia.
b. Agar setiap siswa mempunyai pengetahuan tentang kesehatan, seperti perilaku hidup bersih dan sehat.
c. Agar setiap siswa mempunyai sikap positif pada prinsip dan pola hidup bersih yang sehat.
d. Agar setiap siswa mempunyai keterampilan dalam pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan.
e. Agar setiap siswa mempunyai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keseharian.
f. Agar setiap siswa mempunyai pertumbuhan yang baik seperti bertambahnya tinggi dan berat badan secara proporsional.
g. Agar setiap siswa paham dan bisa menerapkan prinsip pencegahan terhadap berbagai macam penyakit yang bisa timbul dalam kehidupan sehari-hari.
h. Agar setiap siswa mempunyai pengetahuan yang bertujuan untuk menangkal pengaruh buruk dari luar, seperti dalam hal penyalah gunaan NARKOTIKA serta gaya hidup tidak sehat.

B. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kesehatan

Pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan dalam TRIS UKS diberikan melalui beberapa cara, diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Melalui Kegiatan Kurikuler

Pelaksanaan Kegiatan Kurikuler yang dimaksud disini adalah dalam kegitan pendidikan di jam pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku di setiap tingkatan pendidikan.

Hal tersebut bisa diintegrasikan ke semua bidang mata pelajaran, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani (PJOK), Kesehatan serta Agama.

Dan berikut ini contoh penerapan pada setiap jenjang pendidikan.

1) Pendidikan Kesehatan Jenjang Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA)

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) dilakukan dengan model pengenalan, pembangkit minat, dan penanaman kebiasaan hidup sehat.

Hal tersebut mencakup:

– Kebersihan dan kesehatan pribadi.
– Pembiasaan sopan dan santun
– Cuci tangan pakai sabun.
– Penggunaan jamban sehat.
– Makanan dan minuman sehat.
– Pemberantasan jentik nyamuk.
– Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah.
– Etika batuk dan bersin.
– Pemantauan berat badan secara teratur.
– Membuang sampah pada tempatnya.
– Kebersihan dan kerapihan lingkungan.
– Kebersihan gigi dan mulut.

2) Pendidikan Kesehatan Jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dilakukan dengan model peningkatan ilmu pengetahuan penanaman nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat serta peningkatan terhadap keterampilan siswa dalam pelaksanaan suatu hal yang ada kaitannya dengan pertolongan, pemeliharaan, serta perawatan dibidang kesehatan.

Hal tersebut mencakup :

– Konsumsi minuman dan makanan sehat.
– Tidak merokok.
– Penggunaan jamban sehat.
– Cuci tangan pakai sabun.
– Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah.
– Pemantauan berat badan secara teratur.
– Pemberantasan jentik nyamuk.
– Membuang sampah pada tempatnya.
– Pengelolaan kebersihan saat menstruasi.
– Etika batuk dan bersin.
– Kebersihan gigi dan mulut.
– Pemahaman tentang Kesegaran Jasmani.
– Mengenal bahaya narkoba dan miras.
– Mengenal cara P3K dan P3P
– Mengenal pentingnya sarapan pagi
– Mengenal pentingnya imunisasi
– Mengenal makanan sehat
– Mengenal bahaya penyakit diare, DBD dan influenza
– Menjaga kebersihan lingkungan, sekolah dan rumah
– Menjaga kebersihan pribadi

3) Pendidikan Kesehatan Jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS)

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS) dilakukan dengan model peningkatan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Dan yang paling utama adalah dalam hal yang berkaitan dengan prinsip hidup sehat.

Hal tersebut mencakup :

– Konsumsi minuman dan makanan sehat.
– Tidak merokok.
– Penggunaan jamban sehat.
– Cuci tangan pakai sabun.
– Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.
– Pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur.
– Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
– Membuang sampah pada tempatnya.
– Pengelolaan kebersihan saat menstruasi.
– Etika batuk dan bersin.
– Kebersihan reproduksi.
– Bahaya narkoba dan miras.
– Kebersihan gigi dan mulut
– Bahaya HIV/AIDS.
– Memahami bahaya seks bebas.
– Memahami bahaya penyakit menular.
– Perundungan (bullying).
– Pemahaman Tentang Kesegaran Jasmani.

4) Pendidikan Kesehatan Jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA)

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA) dilakukan dengan model peningkatan keterampilan, pengetahuan.

Dan paling utama adalah dalam hal peningkatan pemahaman yang berkaitan dengan prinsip
hidup sehat sehingga siswa dapat memiliki kemampuan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut mencakup :

– Konsumsi minuman dan makanan sehat.
– Tidak merokok.
– Penggunaan jamban sehat.
– Cuci tangan pakai sabun.
– Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.
– Pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur.
– Pemberantasan jentik nyamuk.
– Membuang sampah pada tempatnya.
– Pengelolaan kebersihan saat menstruasi.
– Etika batuk dan bersin.
– Kebersihan gigi dan mulut.
– Bahaya HIV/AIDS dan seks bebas.
– Bahaya narkoba dan miras.
– Kebersihan reproduksi.
– Pemahaman tentang kesegaran jasmani.
– Memahami dan menghindari penyakit menular.
– Perundungan (bullying).
– Keamanan dan keselamatan kerja

 

5) Pendidikan Kesehatan Jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB)

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB) dilakukan dengan model penyesuaian kebutuhan, terutama pada tingkat kemampuan siswa dan guru serta keadaan situasi sekolah, sarana dan fasilitas pedidikan yang tersedia.

 

6) Pendidikan Kesehatan Jenjang Boarding School

Pelaksanaan pendidikan kesehatan pada tingkat Boarding School seperti pondok dan asrama dilakukan dengan model integrasi dengan pemondokan dan asrama itu sendiri.

Itu tadi kegiatan kesehatan yang diterapkan dalam kegiatan kurikuler atau pendidikan sesuai mata pelajaran.

Selanjutnya mari kita ulas penerapan kegiatan kesehatan dalam kegiatan Ekstrakurikuler.

 

b. Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Berikut ini beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan kesehatan :

  • Wisata siswa.
  • Ceramah, diskusi, simulasi, bermain peran dan talkshow.
  • Kemah (Persami).
  • Lomba-lomba.
  • Apotek hidup.
  • Bimbingan hidup sehat.
  • Kebun sekolah.
  • Majalah dinding.
  • Kerja bakti.
  • Pramuka.
  • Radio UKS.
  • Piket sekolah.
  • Area promosi kesehatan.
  • Palang Merah Remaja.
  • Rumah sehat.
  • Group /I kelompok keagamaan.
  • Workshop UKS/M OSIS.
  • Bulletin/warta UKS/M.

Informasi !!

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) memiliki peranan penting dan besar dalam tahapan pelaksanaan program UKS/M yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler pada tingkatan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Pendekatan dan Metode

a. Pendekatan

Jenis pendekatan yang bisa dilakukan dalam melaksanakan pendidikan kesehatan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pendekatan individual.
  • Pendekatan kelompok.
    – kelompok kelas.
    – kelompok bebas.
    – lingkungan keluarga.
    – teman sebaya.

Hal hal yang perlu diperhatian supaya tujuan pendidikan kesehatan bagi para peserta didik dapat tercapai adalah sebagai berikut

  • Sesuai dengan tingkat kemampuan dan perbedaan individual peserta didik.
  • Sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
  • Diupayakan sebanyak-banyaknya melibatkan peran aktif peserta didik.
  • Memperhatikan kebutuhan dan kemampuan sekolah.
  • Selalu mengacu pada tujuan pendidikan kesehatan termasuk upaya alih teknologi.
  • Dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan kepribadian dan akhlak mulia.
  • Mengikuti/memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Metode

Metode yang bisa di gunakan supaya tujuan pendidikan kesehatan bagi para peserta didik dapat tercapai, hendaknya guru dan pembina dapat menggunakan metode:

  • Belajar kelompok.
  • Diskusi.
  • Kerja kelompok/penugasan.
  • Pemberian tugas.
  • Belajar perorangan.
  • Karyawisata.
  • Pemeriksaan langsung.
  • Bermain peran.
  • Demonstrasi.
  • Ceramah.
  • Tanya jawab.
  • Dramatisasi.
  • Simulasi.
  • Role playing.
  • Bimbingan (konseling).

B. PELAYANAN KESEHATAN

Fungsi Trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang nomor 2 yakni Pelayanan kesehatan.

Yang dimakud Pelayanan kesehatan pada TRIAS UKS sendiri meliputi :

  • Peningkatan kesehatan atau promotif.
  • Pencegahan atau preventif.
  • Pengobatan atau kuratif.
  • Pemulihan atau rehabilitatif.

Dan semua itu bisa diterapkan pada peserta didik dan lingkungannya.

1. Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan sendiri meliputi:

– Peningkatan kesehatan promotif (diselenggarakan melalui metode penyuluhan kesehatan serta latihan keterampilan).

– Pencegahan preventif diselenggarakan melalui metod kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan  penyakit sebelum timbul penyakit).

– Penyembuhan dan pemulihan (diselenggarakan melalui metode pencegahan penyakit dan peningkatan kemampuan peserta didik yang mengalami cedera/cacat supaya dapat kembali berfungsi optimal).

– Membuat sebuah ruang lingkup promosi kesehatan di sekolah.

2. Tujuan Pelayanan Kesehatan

Adapun tujuan pelayanan kesehatan pada TRIAS UKS adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan kemampuan  serta keterampilan hidup sehat dan bersih.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh serta pencegahan penyakit terhadap peserta didik.
  • Penyembuhan penyakit serta pencegahan penyakit komplikasi yang disebabkan karena kelainan, serta peningkatan dan pengembalian fungsi kemampuan siswa yang cedera/cacat agar bisa berfungsi secara optimal.

3. Tempat Pelayanan Kesehatan

Adapun tempat dari pelayanan kesehatan pada TRIAS UKS terhadap peserta didik bisa dilakukan pada tempat tempat berikut ini :

a. Sekolah melalui ekstrakurikuler

Kegiatan ekskul yang bisa menerapkan metode penyuluhan dan latihan keterampilan, antara lain:

  • Dokter kecil.
  • Saka Bakti Husada.
  • Kader Kesehatan Remaja.
  • Palang Merah Remaja
  • Dll.

b. Puskesmas serta instansi kesehatan

Sesuai fungsinya, tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan TRIAS UKS memang harus saling bekerjasama.

4. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan

a. Pelayanan Kesehatan

Adapun pelayanan kesehatan di sekolah dalam TRIAS UKS bisa dilakukan dengan cara cara berikut:

1) Sebagian dari kegiatan pelayanan kesehatan yang ada di sekolah perlu didelegasikan kepada guru, kemudian setelah guru ditatar dan kader UKS/M serta dibimbing oleh petugas Puskesmas.

Dan kegiatan tersebut meliputi :

  • Peningkatan (promotif).
  • Pecegahan (preventif).
  • Pertolongan pertama.
  • Pengobatan sederhana.

2) Kegiatan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan hanya boleh dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas dan dilakukan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan secara terpadu (antara Kepala Sekolah dan Petugas Puskesmas).

b. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

Adapun tugas dan fungsi Puskesmas dalam TRIAS UKS/M adalah sebagai pelaksana dan pembina yang peranannya mencakup:

  1. Memberikan pencegahan terhadap suatu penyakit dengan imunisasi dan lainnya yang dianggap perlu.
  2. Memberikan bimbingan teknis medis kepada Warga Sekolah dalam melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.
  3. Merencanakan pelaksanaan kegiatan dengan pihak yang berhubungan dengan peserta didik (Kepala Sekolah, guru, orang tua/Komite Sekolah, peserta didik dan lain-lain).
  4. Memberikan penyuluhan tentang kesehatan pada umumnya dan UKS pada khususnya kepada Kepala Sekolah, guru, kader UKS/M dan pihak lain dalam rangka meningkatkan peran serta dalam pelaksanaan UKS/M.
  5. Melakukan penjaringan (tes kesegaran jasmani untuk siswa) dan pemeriksaan berkala serta rujukan terhadap kasus-kasus tertentu yang memerlukannya.
  6. Memberikan pelatihan/penataran kepada guru UKS/M dan kader UKS/M (Dokter Kecil dan Kader Kesehatan Remaja).
  7. Memberikan pembinaan dan pelaksanaan konseling.
  8. Menginformasikan secara teratur kepada Tim Pembina UKS/M setempat meliputi segala kegiatan pembinaan kesehatan dan permasalahan yang dialami.
  9. Menginformasikan kepada warga sekolah tentang derajat kesehatan dan tingkat kesegaran jasmani peserta didik dan cara peningkatannya.
  10. Perlu pembinaan bagi pedagang kaki lima dan penjaja makanan yang ada di sekitar sekolah.
  11. Membina kantin sekolah sehat.

c. Peserta Didik yang Perlu Dirujuk

Kriteria peserta didik yang bisa di rujuk ke Puskesmas anatara lain harus memenuhi syarat minimal seperti berikut ini :

1) Sisawa/i yang mengalami sakit pada saat disekolah dan tidak dapat mengikuti pelajaran, apabila masih memungkinkan untuk dipulangkan keruman maka UKS bisa memberikan surat pengantar dan buku/kartu rujukan agar orang tua siswa/i tersebut segera membawa menuju pelayanan kesehatan yang ditunjuk.

2) Apabila siswa/i cedera/sakit dengan keadaan tidak memungkinkan dipulangkan keruman dan harus segera mendapatkan pertolongan secepatnya, maka secepatnya dibawa ke sarana pelayanan kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Kemudian segera mengabarkan keadaan siswa tersebut kepada orang tuanya supaya bisa datang ke Puskesmas/sarana pelayanan kesehatan tersebut.

d. Pendekatan

Adapun pendekatan pelayanan kesehatan dalam TRIAS UKS dikelompokan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

  • Intervensi yang ditujukan untuk menyelesaikan atau mengurangi masalah lingkungan di sekolah, khususnya masalah lingkungan yang tidak mendukung tercapainya derajat kesehatan optimal.
  • Intervensi yang ditujukan untuk menyelesaikan atau mengurangi masalah perorangan, antara lain pencarian, pemeriksaan, dan pengobatan penderita.
  • Intervensi yang ditujukan untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat sekolah.

e.Metode yang Diperlukan

  • Penataran/pelatihan.
  • Penyuluhan kesehatan.
  • Bimbingan kesehatan dan bimbingan khusus (konseling).
  • Pengamatan (observasi).
  • Pemeriksaan langsung.

C. PEMBINAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT

Trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang nomor 3 ialah Pembinaan Lingkungan sekolah sehat.

Lingkungan sekolah sendiri meliputi bagian dari lingkungan yang menjadi wadah/tempat kegiatan pendidikan.

1. Jenis Lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah yang masuk dalam ruang lingkup TRIAS UKS dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Lingkungan fisik meliputi.
  2. Lingkungan Non Fisik

Dan berikut ini keterangan dari masing masing ruang lingkup diatas.

a. Lingkungan fisik sendiri mencakup :

  • Ruang kelas.
  • ruang UKS/M.
  • ruang laboratorium.
  • kantin sekolah.
  • sarana olahraga.
  • ruang Kepala Sekolah.
  • ruang guru.
  • WC.
  • kamar mandi.
  • sarana air bersih dan sanitasi.
  • halaman.
  • sarana ibadah.
  • dan sebagainya.

b. Lingkungan Non Fisik mencakup :

  • Perilaku membuang sampah pada tempatnya.
  • Perilaku mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir.
  • Perilaku memilih makanan jajanan yang sehat.
  • Perilaku tidak merokok.
  • Pembinaan masyarakat sekitar sekolah.
  • Bebas jentik nyamuk.
  • Dll,

2. Lingkungan Sekolah Sehat

Lingkungan sekolah sehat dalam TRIAS UKS sendiri merupakan suatu kondisi dari lingkungan sekolah yang bisa mendukung tumbuh kembang positip dari peserta didik secara maksimal dan mampu membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta terhindar dari pengaruh negatif.

3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Pembinaan lingkungan sekolah sehat sendiri bisa diterapkan dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

Karena kegiatan kurikuler sangat terbatas oleh waktu, maka kegiatan ekstrakurikuler lah yang bisa memiliki porsi lebih besar.

Dan berikut ini kegiatan ekskul yang bisa menunjang pembinaan lingkungan sekolah yang sehat :

  1. Lomba sekolah sehat.
  2. Menggambar/melukis.
  3. Lomba kebersihan antar kelas.
  4. Mengarang.
  5. Kerja bakti.
  6. Menyanyi.
  7. Melaksanakan Jambore UKS/M.
  8. Pembinaan kebersihan lingkungan, pemberantasan sumber penularan penyakit.
  9. Membuat sekolah sebagai percontohan bagi masyarakat sekitar.
  10. Membuat sekolah/madrasah menjadi wisata UKS/M.

Dan sebagai langkah yang bisa di gunakan untuk mempermudah pelaksanaan pembinaan lingkungan sekolah sehat, hendaknya dilakukan kegiatan kegiatan seperti :

  1. identifikasi masalah.
  2. perencanaan.
  3. intervensi.
  4. pemantauan.
  5. evaluasi.
  6. pelaporan.

Dan berikut ini penjelasan singkat dari masing masing kegiatan tersebut.

a. Identifikasi masalah (Identifikasi faktor risiko)

Identifikasi faktor risiko atau identifikasi masalah diterapkan dengan menggunakan cara pengamatan berbasis instrumen pengamatan danpengukuran lapangan dan laboratorium jika hal tersebut diperlukan.

Analisa dengan faktor risiko dilakukan dengan menggunakan cara ‘membandingkan hasil pengamatan dengan standar yang telah ditentukan‘ serta ‘penentuan prioritas masalah yang didasarkan pada potensi besarnya bahaya atau gangguan yang ditimbulkan.

Selain itu juga perlu adanya pertimbangan dari tingkat keparahan lain sebagai dasar melakukan intervensi.

b. Perencanaan

Dalam sebuah perencanaan, didalamnya sudah termasuk rencana pemantauan, evaluasi dan juga indikator keberhasilan yang nantinya akan dicapai.

Dan dalam sebuah perencanaan dari masing-masing kegiatan/upaya, maka sudah harus ada hal hal sebagai berkut :

  • Volume kegiatan.
  • Besarnya biaya.
  • Sumber biaya.
  • Waktu pelaksanaan.
  • Pelaksana.
  • Penanggung jawab.

Adapun pihak pihak yang terlibat dalam perencanaan hendaknya mencakup :

  • Masyarakat sekolah,
  • Peserta didik,
  • Guru,
  • Kepala Sekolah,
  • Orang tua/Komite Sekolah,
  • Peserta didik,
  • Penjaja makanan di kantin sekolah,
  • Instansi terkait,
  • Tim Pembina UKS/M Kecamatan.

c. Intervensi

Ada 3 kegiatan yang mempengaruhi intervensi terhadap faktor risiko lingkungan dan perilaku antara lain adalah :

  • Penyuluhan.
  • Perbaikan sarana.
  • Pengendalian.

4. Pelaksana Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, setiap unsur yang terkait dalam sekolah tersebut bisa turut serta mensukseskan.

Dan berikut ini pihak pihak yang bisa membantu terlaksananya Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat :

  • Kepala Sekolah

Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab selaku Ketua Tim Pelaksana UKS/M di sekolah.

  • Guru

Peran guru dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pengetahuan praktis tentang lingkungan sekolah yang sehat.
  2. Contoh teladan, dorongan dan pengamatan/pengawasan kepada peserta didik.
  3. Mengajak guru lainnya dalam melaksanakan UKS/M.
  • Peserta Didik

Peran peserta didik dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat antara lain adalah :

1) Menjaga dan juga mengawasi kebersihan lingkungan sekolahnya.
2) Piket kelas, piket keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan.
3) Menjaga serta memelihara lingkungan yang sehat pada lingkungan dimana ia berada.
4) Masing-masing pokja UKS/M melaksanakan tugasnya dengan baik.

  • Pegawai Sekolah

Peran pegawai sekolah dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat adalah mengawasi serta memelihara lingkungan sekolah, utamanya pada penyediaan fasilitas sarana prasarana.

  • Komite Sekolah

Peran Komite Sekolah dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat adalah penyediaan dana dan fasilitas yang menunjang kegiatan.

  • Masyarakat Di Sekitar Sekolah

Peran masyarakat di areal sekolah dalam Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat adalah memelihara dan menjaga lingkungan sekolah sehat.

Dan untuk teman teman yang ingin mendapatkan buku saku penerapan UKS di sekolah, silahkan download filenya berikut ini.

Download Buku Saku TRIAS UKS

Disini kami akan memberikan file Trias UKS PDF dan Trias UKS doc yang bisa teman teman download.

Berikut ini daftar file yang bisa teman teman dapatkan.

Judul Link
Buku Saku-Penerapan Trias UKS.docx Download
Buku Saku-Penerapan Trias UKS.pdf Download

Demikian tadi Penjelasan TRIAS UKS Di Sekolah serta fungsi, penerapan atau pelaksanaan uks di sekolah yang bisa teman teman pelajari.

Materi kali ini bisa juga dijadikan rujukan ketika ingin menulis makalah tentang TRIAS UKS.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tulis dikolom komentar ya.